Gak Mesti underground adalah pemberontak terhadap belenggu kekauan yang mereka anggap membosankan. Kalo kita liat di dalam performance mereka, para komunitas underground, setidaknya begitulah yg keliatan. Dari cara dan gaya hidup, mereka sengaja nyeleneh..begitu juga dalam bermusik.
Berikut ini adalah cuplikan artikel yg saya ambil dr Liberation Youth:
…Bahasa dan kata-kata di situ seakan-akan tidak lagi menjadi penting untuk dikomunikasikan. Bahkan terkesan itulah yang mereka lawan. Karena itulah, jeritan, raungan, adalah satu-satunya cara untuk mengomunikasikan pemberontakan mereka.
Setidaknya begitulah underground yang dipahami oleh remaja-remaja konyol yang ada di indonesia saat ini. Mereka hanya memahami underground movement sebagai musik, tanpa membawa ideologi tertentu. Mereka memang melakukan pemberontakan, dari penampilannya saja kita sudah bisa menilai sendiri bahwa mereka melanggar kaidah2 formal yang ada (dan saya suka). Dari segi cara bicara, cara hidup, dan hal lainnya mereka sengaja nyeleneh untuk memberangus belenggu kekakuan. Dalam sebuah wawancara yang saya lakukan bersama seorang kru posmagz terhadap salah satu komunitas underground di surabaya, mereka melakukan tindakan yang 180 derajat berbeda dari yang orang anggap karena mereka bosan dengan belenggu kekakuan yang dibuat oleh manusia.
Sebagai seorang yang sedikit ‘nge-punk’, saya juga membeontak belenggu kekakuan yang dibuat di oganisasi saya. Katanya gak layak seorang yang katanya aktivis (eh, saya aktivis ya?) menggunakan pakaian2 yang gak layak. Ah, gak layak yang seperti apa? Saya nutup aurat kok! Kan aurat cowok cuma diantara puser dan lutut? Kenapa pusing2 mikirin yang selain itu? Kalo memang Islam gak suka orang yang gak pake kemeja atau baju koko, atau pake sarung, kenapa Islam cuma membatasi aurat laki2 cuma sebatas puser sampai lutut?
Bedanya, pemberontakan saya punya dalil, sedangkan pemberontakan anak punk gak ada dalilnya. Koma
Sebenarnya saya salut dengan pemberontakan yang dilakukan anak2 dari komunitas punk, skinhead, blackmetal, hardcore, atau apalah namanya. Kabarnya, punk-pun lahir sebagai reaksi pemberontakan kaum buruh di pinggiran inggris terhadap kezaliman sistem! Kurang lebih sama dengan revolusi bolsjevic, mereka pun melakukan pemberontakan dan ingin menerapkan ideologi sosialis sebagai alternatif kapitalis disaat semua orang tertidur pulas di atas kasur berduri bernama demokrasi kapitalis (termasuk orang2 ‘sholeh’ yang sekarang masuk parlemen menikmati tai ayam demokrasi, hi..jijay)
Tapi…
Jauh sebelum kaum punk lahir, jauh sebelum tarian pogo jadi tren, jauh sebelum rambut mohawk jadi dandanan favorit, jauh sebelum gelang spike selalu melingkar di tangan remaja, jauh sebelum celana belel jadi dandanan khas anak muda, dan jauh sebelum dakwah lewat media sepeti posmagz ini ada, telah terjadi sebuah pemberontakan besar! Pemberontakan yang memberangus mainstream saat itu, pemberontakan yang tidak menyisakan lagi ketakutan, melainkan ketakutan akan azab Allah. pemberontakan yang menghilangkan segala kemarahan, kecuali terhadap kezaliman dan kekufuran, pemberontakan yang tak memberi tempat sedikitpun bagi ideologi lain. Pemberontakan itu telah dicatat dengan tinta emas para ulama dan darah suci para syuhada. Pemberontakan Muhammad terhadap peradaban arab jahiliyyah!
Setelah pemberontakan suci itu, tak satupun wanita yang perlu takut keluar rumah, karena kehormatan mereka berada di bawah tanggung jawab sang kholifah. Setelah pembeontakan gemilang itu, tak satupun kebodohan dibiarkan melanda rakyat negara yang baru saja didirikan Muhammad di Madinah. Tak satupun negeri ditaklukkan, kecuali kerahmatan menaungi negeri tersebut. Tak satupun jiwa kaum muslimin gugur, kecuali dijanjikan surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.
Tapi… seribu tiga ratus tahun kemudian, disaat negara yang didirikan Muhammad telah melebarkan sayap kerahmatannya ke dua pertiga belahan dunia, romawi, persia, spanyol, dan negeri-negeri lainnya….seorang yahudi berkhianat! Dia bersekongkol dengan inggris untuk meruntuhkan negara itu (khilafah) dan membuat surat palsu untuk memecat kholifah Abdul hamid II dan kemudian mengasingkannya.
Ya, setelah sekian lama pertarungan fisik tak pernah bisa mengalahkan kaum muslimin dan negara Islam, akhirnya SANG KAPIR mengetahui rahasia kekuatan kaum Muslimin dan negara Islam, yaitu al-Quran! Selama al-Quran tidak dipisahkan dari kaum Muslimin, maka harapan untuk menghancurkan negara Islam adalah mimpi di siang bolong. Maka mulailah usaha mereka memisahkan kaum Muslimin dari al-Quran. Al-Quran hanya dijadikan ibarat penentram hati dikala duka, dan sekedar untuk dibaca dan ditenteng atau dimasukkan dalam tas setiap bepergian. Tapi, ajaran-ajaran yang temaktub dalam al-Quran sama sekali tidak dipedulikan. Sukser besar bagi SANG KAPIR!
Berpuluh2 tahun telah berlalu sejak negara adidaya itu runtuh, negeri-negeri bekas naungan negara khilafahpun menjadi potongan2 kue yang sangat menggiurkan bagi SANG KAPIR. Para wanita yang terlahir di negeri-negeri eks-khilafah pun sangat menggiurkan bagi tentara2 kapir untuk melampiaskan syahwatnya. Seluruh negeri kaum muslimin menangis dan berharap akan kembalinya negara impian itu. Tapi siapa saja yang berniat dan bersuara untuk mewujudkan kembali negara impian itu (khilafah Islam), maka dia adalah TERORIS! Dimulailah propaganda-propaganda buruk melawan terorisme. SANG KAPIR memaksakan undang2 anti-terorisme kepada setiap negeri kaum Muslimin.
BODOHNYA!!! Masih banyak kaum Muslimin yang tidak menyadari hal ini, mereka menganggap bahwa sistem yang ada sekarang adalah sistem yang ideal. Mereka menganggap demokrasi sudah final. Penguasa negeri2 kaum Muslimin pun semakin memperlihatkan kesetiaannya kepada negara2 KAPIR IMPERIALIS dan mengorbankan rakyatnya yang mayoritas Muslim
84 tahun telah berlalu sejak runtuhnya negara khilafah yang telah berhasil menaungi 2/3 belahan dunia selama 13 abad. Muncullah berbagai gerakan/harokah Islam untuk mewujudkan kembali negara khilafah Islam. Meski ditengah perjalanan banyak yang kehabisan nafas, namun tetap ada gerakan yang terus setia dan terus berjuang demi tegaknya negara impian, negara khilafah. Dan mereka adalah pemberontak!
Ya, mereka adalah pemberontak! Dan pemberontakan mereka adalah sebuah keharusan, pemberontakan yang dilakukan ditengah jerit tangis anak dan istri mereka. Mereka memberontak dengan segenap kemampuan dan segenap keikhlasan, dengan PEMIKIRAN yang akan memberangus aturan kufur di negeri ini dan negeri-negeri lainnya.
Apa bedanya pemberontakan mereka dengan pemberontakan kaum underground? Bedanya ada pada nilai. Meskipun pemberontakan yang dilakukan sama, yaitu sama2 memberontak kapitalis/aturan yang tidak ideal. Tapi dari sisi nilai, jelas berbeda. Pemberontakan yang dilakukan oleh kaum underground tidak dilandasi dengan motivasi ruhiyah, bahkan tak jarang dilakukan dengan MENIADAKAN TUHAN. Sementara, pemberontakan yang saya sebutkan belakangan (pemberontakan demi mewujudkan kembali khilafah Islam) dilandasi dengan motivasi spiritual (ruhiyah) dengan cara yang benar pula, yaitu dengan perang pemikiran.
Keep revolt..!!!
1 tanggapan kepada “Bagaimanakah anda Mengartikan kata’underground’itu terserah anda.”
adjie guztaman
September 26th, 2010 pukul 14:02
.,jeritan itt bukan hanya untuk memberontak aja,., tpi bisa jga untuk melepaskn beban penat dalm pikiran.,,.
ea tooh.,.,??